CIREBON.– Suasana berbeda terasa di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug. Sejak pagi, warga berdatangan dengan wajah penuh harap. Bukan untuk pesta atau perayaan, melainkan untuk mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar oleh Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) Cirebon. Pada Minggu (15/02/2025) tepatnya dihalaman masjid Al-Hidayah yang berdampingan dengan Kantor Desa Ciledug Wetan.
Kegiatan yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis, Donor darah, santunan yatim dan duafa, serta demo masak berbahan dasar tepung sorgum ini menjadi momentum kebersamaan yang sarat makna.
Di sudut lokasi kegiatan, terlihat beberapa lansia dan para warga Desa Ciledug Wetan tampak sabar menunggu giliran pemeriksaan kesehatan. Tenaga medis dari Puskesmas setempat melayani dengan ramah, melakukan pengecekan gula darah, asam urat, serta memberikan konsultasi ringan. Bagi sebagian warga, layanan ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi bentuk perhatian yang jarang mereka rasakan secara langsung.
Ketua Makom Albab, Drs. Bambang Idris, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya dalam ceramah dan kegiatan rutin, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan warga. Semoga ini menjadi ladang kebaikan untuk kita semua,” ungkapnya penuh harap.
Panitia pelaksana dari Komisariat Kecamatan Ciledug, Ustadz Werta, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kuatnya gotong royong antar elemen masyarakat. Ia menyebut, kolaborasi antara pengurus, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga komunitas menjadi kunci terlaksananya acara dengan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya, ST, M.Si, PLT Camat Ciledug Dr. H. Agustiana, SH., MH., yang juga sebagai camat definitif Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon, Haryati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ciledug Wetan, serta jajaran pengurus dan Pembina Makom Albab Cirebon.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon usai kegiatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyampaikan apresiasi atas inisiatif Makom Albab yang tidak hanya menghadirkan layanan sosial, tapi langsung menyentuh masyarakat terutama para lansia sangat terbantu dengan pemeriksaan kesehatan ujarnya, disamping itu juga mengenalkan pangan alternatif berbasis sorgum kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terutama pengenalan dan pengolahan sorgum sebagai alternatif pangan lokal. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan berupaya mendorong pengembangan budidaya tanaman sorgum di Kabupaten Cirebon serta mendukung inovasi produk olahan berbasis sorgum agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi petani.
Disela kegiatan PLT. Camat Ciledug Dr. H. Agustiana, SH., MH., mengungkapkan apresiasinya “kegiatan ini bagus sekali dan mudah-mudahan ini bisa berkesinambungan, dan kegiatan ini juga menjadi satu ajang silaturrahim antar masyarakat ujarnya, Agus juga mengatakan terkait sorgum pernah mengetahui tapi belum tau seperti apa jenis tanamannya kata dia, lebih lanjut Agus berharap semoga Makom Albab ini dengan berbagai programnya bisa mengembangkan sorgum sebagai ketahanan pangan dimasa depan tandasnya.
Jabar Tandang
Homepage » Berita »“Makom Albab Hadir Menguatkan Warga, Dari Santunan hingga Gerakan Sorgum untuk Ketahanan Pangan”
“Makom Albab Hadir Menguatkan Warga, Dari Santunan hingga Gerakan Sorgum untuk Ketahanan Pangan”
3 menit laluolehjabar-tandang-0 views
IMG-20260215-WA0083
IMG_20260215_212722_copy_480x617
Jabartandang.com,” Cirebon., – Suasana berbeda terasa di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug. Sejak pagi, warga berdatangan dengan wajah penuh harap. Bukan untuk pesta atau perayaan, melainkan untuk mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar oleh Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) Cirebon. Pada Minggu (15/02/2026) tepatnya dihalaman masjid Al-Hidayah yang berdampingan dengan Kantor Desa Ciledug Wetan.
Kegiatan yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis, Donor darah, santunan yatim dan duafa, serta demo masak berbahan dasar tepung sorgum ini menjadi momentum kebersamaan yang sarat makna.
Di sudut lokasi kegiatan, terlihat beberapa lansia dan para warga Desa Ciledug Wetan tampak sabar menunggu giliran pemeriksaan kesehatan. Tenaga medis dari Puskesmas setempat melayani dengan ramah, melakukan pengecekan gula darah, asam urat, serta memberikan konsultasi ringan. Bagi sebagian warga, layanan ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi bentuk perhatian yang jarang mereka rasakan secara langsung.
Ketua Makom Albab, Drs. Bambang Idris, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya dalam ceramah dan kegiatan rutin, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan warga. Semoga ini menjadi ladang kebaikan untuk kita semua,” ungkapnya penuh harap.
Panitia pelaksana dari Komisariat Kecamatan Ciledug, Ustadz Werta, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kuatnya gotong royong antar elemen masyarakat. Ia menyebut, kolaborasi antara pengurus, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga komunitas menjadi kunci terlaksananya acara dengan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya, ST, M.Si, PLT Camat Ciledug Dr. H. Agustiana, SH., MH., yang juga sebagai camat definitif Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon, Haryati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ciledug Wetan, serta jajaran pengurus dan Pembina Makom Albab Cirebon.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon usai kegiatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyampaikan apresiasi atas inisiatif Makom Albab yang tidak hanya menghadirkan layanan sosial, tapi langsung menyentuh masyarakat terutama para lansia sangat terbantu dengan pemeriksaan kesehatan ujarnya, disamping itu juga mengenalkan pangan alternatif berbasis sorgum kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terutama pengenalan dan pengolahan sorgum sebagai alternatif pangan lokal. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan berupaya mendorong pengembangan budidaya tanaman sorgum di Kabupaten Cirebon serta mendukung inovasi produk olahan berbasis sorgum agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi petani.
Disela kegiatan PLT. Camat Ciledug Dr. H. Agustiana, SH., MH., mengungkapkan apresiasinya “kegiatan ini bagus sekali dan mudah-mudahan ini bisa berkesinambungan, dan kegiatan ini juga menjadi satu ajang silaturrahim antar masyarakat ujarnya, Agus juga mengatakan terkait sorgum pernah mengetahui tapi belum tau seperti apa jenis tanamannya kata dia, lebih lanjut Agus berharap semoga Makom Albab ini dengan berbagai programnya bisa mengembangkan sorgum sebagai ketahanan pangan dimasa depan tandasnya.
Sementara itu Haryati sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ciledug Wetan juga sangat mengapresiasi kegiatan Makom Albab, “Haryati mengatakan ini satu kehormatan bagi kami desa kami didatangi tim Makom Albab, dan juga Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, yang mengenalkan tanaman sorgum kepada kami, ini sangat bagus sekali katanya, dan saya meminta suatu saat nanti tim dari Makom Albab dan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dapat mensosialisasikan lebih jauh lagi tentang sorgum baik manfaatnya, juga cara penanamannya, juga penggunaannya, juga untuk apa saja sorgum ini, dan kami tunggu kedatangannya pungkas Haryati”.
Momen paling mengharukan terjadi saat santunan diserahkan kepada anak-anak yatim dan kaum duafa. Beberapa warga tak kuasa menahan haru. Bagi mereka, perhatian dan uluran tangan seperti ini adalah penyemangat di tengah keterbatasan.
Sebagai penutup, Komunitas Sedulur Koki Cirebon (SEKOCI) menghadirkan demo masak berbahan dasar tepung sorgum. Dipandu oleh Chef Reza Ardiansyah dan Chef Indah Kusuma dengan menu “Mie Ayam Sorgum Arjuna”, warga diajak mengenal alternatif pangan sehat yang bernilai gizi dan berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga. Bukan sekadar memasak, demo tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi sajian menarik dan bernilai ekonomi.
Kegiatan bakti sosial ini meninggalkan kesan mendalam. Di tengah kesederhanaan, terjalin rasa kebersamaan yang hangat. Makom Albab membuktikan bahwa kepedulian tidak selalu harus besar, tetapi tulus dan tepat sasaran – serta mampu membuka jalan bagi penguatan pangan lokal di masa depan.
