Jakarta – Pemerintah bersama pemangku kepentingan terus menguatkan pemahaman publik mengenai pentingnya gizi seimbang melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialisasi kembali digelar untuk memperkuat komitmen kolektif dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan rutin, melainkan fondasi strategis bagi masa depan bangsa.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Masjid Baitur Rahman, Saharjo, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/11), dihadiri oleh ratusan warga. Turut hadir pula Pembina Komunitas Orang Tua Sehat Dwi Septiawati, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Mochamad Halim, serta para tokoh masyarakat.
Dalam pemaparannya, Netty menekankan bahwa MBG harus dipahami sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Anak-anak yang secara konsisten mendapatkan asupan bergizi tidak hanya tumbuh lebih sehat, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik dan potensi lebih besar untuk berperan dalam pembangunan nasional.
“Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi gerakan nasional, bukan hanya proyek pemerintah. Kolaborasi sangat penting—mulai dari masyarakat, tenaga pendidik, pemerintah daerah, UMKM pangan lokal, hingga para orang tua,” tutur Netty.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak dapat memperkuat dampak program, tidak hanya pada kesehatan anak, tetapi juga menghidupkan perekonomian lokal melalui rantai pasok pangan yang lebih aktif.
Netty juga menekankan peran vital DPR dalam tiga fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Menurutnya, seluruh proses pelaksanaan MBG harus dijalankan dengan penuh transparansi, akuntabilitas, dan memastikan standar gizi terpenuhi.
Namun, di atas semua itu, ia menilai kolaborasi sebagai kunci keberhasilan program ini.
Dengan pendekatan kolaboratif, MBG diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penyediaan makanan bergizi, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung pola hidup sehat dan penguatan produksi pangan lokal. Komitmen bersama tersebut merupakan landasan agar program terus berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.**
