JABAR BAGUS, BANDUNG — Dugaan pembobolan dana kripto senilai Rp3,5 miliar mengguncang aktivitas bisnis trading di PT Sense Now Academy Regional Bandung, Jawa Barat. Dana tersebut dilaporkan raib dari dompet digital nonkustodian yang dikelola kantor regional dan bersumber dari ratusan member yang tergabung dalam jaringan trading kripto.

Melalui kuasa hukum perusahaan, Rachmat Taufik Wijaya, S.H., M.H., pihak PT Sense Now Academy Regional Bandung resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat untuk dilakukan penyelidikan mendalam oleh tim siber.

“Kami telah membuat laporan resmi ke Polda Jabar agar dilakukan pelacakan secara forensik digital, guna mengetahui bagaimana dana tersebut bisa keluar tanpa otorisasi,” ujar Rachmat kepada wartawan.


Saldo USDT Hilang dalam Hitungan Menit

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, dana raib terdeteksi pada 9 Januari 2026 pukul 00.00 WIB. Padahal, satu hari sebelumnya, tepatnya 8 Januari 2026 pukul 23.55 WIB, saldo wallet regional Bandung masih tercatat 214.000 USDT atau setara sekitar Rp3,57 miliar.

Dompet digital yang digunakan merupakan wallet nonkustodian Token Pocket, yang secara teknis hanya dapat diakses oleh pemilik kunci privat. Namun, ditemukan adanya transaksi keluar tanpa persetujuan maupun tindakan dari pengelola wallet.

Dana dalam wallet tersebut berasal dari setoran para member SenseNow AI, yang dikumpulkan oleh kantor regional Bandung untuk kebutuhan pengelolaan keuangan dan pengembalian pinjaman dana ke pusat.

Dugaan Serangan Siber Terjadi Serentak di Sejumlah Daerah

Fakta mengejutkan lainnya, peristiwa serupa tidak hanya terjadi di Bandung. Pembobolan wallet dengan pola yang hampir identik juga dilaporkan menimpa sejumlah kantor regional lain, seperti Medan, Palembang, Kudus, hingga Lampung, dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kasus ini terungkap setelah adanya perubahan sistem internal pada Desember 2025, yang diikuti kendala penarikan dana oleh pengelola wallet regional.

“Selama lima hingga enam bulan awal, penarikan berjalan normal. Namun setelah perubahan sistem, akses penarikan terhenti, hingga akhirnya saldo mendadak nol,” ungkap salah satu pengelola wallet.


Tawaran Profit Tinggi dan Bonus Jadi Daya Tarik Member

Bisnis trading kripto yang dijalankan PT Sense Now Academy Regional Bandung selama ini menawarkan skema keuntungan tinggi, disertai bonus tambahan bagi member. Bahkan, perusahaan sempat memberikan top-up saldo hingga 100 persen dari dana awal member sebagai bagian dari strategi bisnis.

Kantor regional dibentuk atas arahan perusahaan pusat yang berbasis di luar negeri, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan dan mempermudah pengelolaan jaringan trading di daerah.

Laporan Resmi Dugaan Illegal Access ke Polda Jabar

Laporan polisi tercatat atas nama Agus Hendriawan, CEO PT Sense Now Academy Regional Bandung. Laporan diterima oleh petugas piket siber pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, dengan dugaan tindak pidana illegal access atau akses ilegal terhadap sistem elektronik.

Menurut Agus, pihaknya saat itu ditugaskan membantu proses pencairan dana sebagian member yang tersimpan dalam akun trading. Dana tersebut kemudian dikumpulkan sementara dalam Token Pocket.

“Dalam waktu sekitar 13 hari, dana terkumpul mencapai 214.000 USDT. Namun pada 8 Januari sekitar pukul 23.39 WIB, saldo tersebut mendadak menjadi nol tanpa ada aktivitas penarikan dari kami,” tegas Agus.


Ratusan Member Terdampak, Kerugian Bervariasi

Total kerugian Rp3,5 miliar merupakan akumulasi dana milik sekitar 300 hingga 500 member. Nilai kerugian per orang bervariasi, mulai dari 50 USDT, 100 USDT, 500 USDT, hingga 4.000 USDT.

Dana yang seharusnya bisa ditarik oleh member justru hilang dari wallet yang dikelola kantor regional.

Barang bukti yang diserahkan ke penyidik meliputi:

Riwayat transaksi masuk USDT

Bukti akumulasi saldo hingga 214.000 USDT

Rekaman hilangnya saldo secara tiba-tiba tanpa perintah transaksi

“Kami berharap tim siber kepolisian dapat menelusuri secara teknis bagaimana peristiwa ini terjadi dan siapa pihak yang bertanggung jawab,” ujar Agus.


Serahkan Pengusutan ke Aparat Penegak Hukum

Pihak PT Sense Now Academy Regional Bandung menegaskan akan kooperatif sepenuhnya dan menyerahkan pengungkapan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Meski mengakui kasus ini tergolong kompleks, manajemen optimistis penyidik siber mampu mengurai dugaan pembobolan tersebut secara profesional dan transparan.***